Pages

Rabu, 23 Februari 2011

Maafkan dan Lupakan

kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang diuji kesetiakawanannya. Dalam sebuah perjalanan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang diantara mereka akhirnya menampar temannya. Orang yang kena tampar tentu merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir:
"HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU"
mereka terus berjalan,sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang kena tampar dan terluka hatinya,mencoba berenang. Namun malang, karena tak terlalu pandai berenang, ia nyaris tenggelam.
Dalam keadaan genting itu ia berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu:
"HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU"
orang yang menolong dan menampar sahabatnya seketika bertanya.
"kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir? sedangkan sekarang, saat aku menolongmu, kamu menulisnya di batu?"
temannya sambil tersenyum menjawab, " ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

" Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali Imran [3] : 133-134)

**********

tulisan-tulisan diatas adalah sepenggal tulisan dalam buku yang berjudul "Dahsyatnya Maaf". 
dalam pergaulan pasti seringkali terjadi konflik yang mungkin melibatkan orang lain. setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dan kesalahan-kesalahan itu mungkin saja dapat menyakiti dan melukai hati kita. di dalam buku ini dituliskan bahwa memaafkan kesalahan dan melupakan kesalahan orang lain adalah kunci dari pergaulan.
hmm,saya pernah mendengar bahwa hal ini ibarat sebuah kertas putih dengan noda hitam kecil ditengahnya. apa yang akan dilihat pertama kali dari kertas tersebut?? seringkali yang menjadi pusat perhatian adalah noda hitam, sedangkan warna putih terlupakan. yaa, seperti itulah... terkadang kebaikan orang yang telah melukai hati kita terlupakan begitu saja.
Semoga kita memiliki hati yang mudah untuk memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain. 
Melihat sisi putih orang lain... :)

4 komentar:

Sofyani Wulansari mengatakan...

just wanna cry, din. :'( nice post!

Rinai mengatakan...

so do I. masih belajar untuk melakukannya. jujur, cukup sulit memang. :'( mungkin yang dibutuhkan adl satu ton keikhlasan

Sofyani Wulansari mengatakan...

dan sepertinya keikhlasan itu mahallll harganya daripada fotokopi buku Stat Pengendalian Mutu (yg tlh menguras habis uang bulan ini) *curhat.com
kadang I hate my self, kenapa tdk pernah bs lepas yg namanya ikhlas dlm memaafkan luka yg pernah tertoreh.

Unknown mengatakan...

saya belum baca bukunya, tapi sudah dapat materinya dari seseorang.. hmm.. Really inspiring me to take care of my friend..