Pages

Rabu, 04 Januari 2012

Adakah alasan untuk mengeluh?

Kau istimewa, unik, membuatmu begitu special,kawan...
Allah ciptakan manusiapun tak ada yang sama. Kembar?? itupun pasti ada perbedaan walaupun hanya kecil sekali. Begitulah,setiap diri kita benar-benar unik, istimewa. Setiap manusia memiliki cerita kehidupan sendiri-sendiri. Berbeda satu orang dengan orang yang lainnya. Tak ada yang sama. Itu membuat setiap individu adalah unik dan istimewa. Begitupun denganmu.ISTIMEWA.
Setiap orang memiliki cerita kehidupan yang berbeda,berwarna-warni.

Mungkin hari ini kita merasakan cerita kehiidupan yang terasa semuanya begitu berantakan, tugas banyak, nilai ga karuan,dosen terus menerus memberikan kuis, arrgh terasa jenuh. Ketahuilah kawan cerita kehidupanmu tidak begitu buruknya jika dibandingkan dengan cerita kehidupan orang yang seumuran denganmu yang begitu inginnya kuliah namun harus terhalang oleh ekonomi, hingga memaksanya untuk melakukan perbuatan tercela hingga harus berada di balik jeruji besi. Bagaimana jika kondisi itu berbalik menimpamu?
Sungguh ucapan syukur yang akan kau lontarkan dengan kondisimu saat ini

Atau mungkin hari ini kita mengeluhkan tangan kita yang lecet karena tergores meja. Kita keluhkan hingga update status di akun fb. Hmm, sekiranya kondisi kita ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi orang yang tidak dikaruniai tangan semenjak lahir.


Ketika terlintas bahwa cerita kehidupan ini begitu kelamnya, sepertinya memang lebih baik melihat ke bawah ya kawan, agar tidak terasa sempit , sehingga bisa mengurangi keluhan-keluhan kita. Mengeluh sedikitpun tak dapat merubah kondisi kita. Sebaliknya, mengeluh akan menguras energy. 

Apa itu mengeluh? Mengeluh adl ungkapan rasa kesal kita terhadap keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan. (pemikiran saya.com :)) ) Mengeluh dikarenakan kondisi yang jauh dari harapan, atau terkadang terlalu melihat ke atas, sehingga merasa kurang.

Melihat ke atas, hingga lupa melihat ke bawah. Hingga lupa bahwa ada yang di atas segalanya. Ada yang berkuasa atas segalanya. Ada yang mengatur cerita kehidupan ini. >> Manusia hanyalah pelaku, tak lebih. Ada SUTRADARA YANG BEGITU SEMPURNA.. ya,, manusia hanyalah pelaku, dan semua telah ditetapkan oleh Allah SWT. Jodoh, rezeki, hingga kematian segalanya telah menjadi ketetapan Allah. 
“maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”  (QS. Ar-Rahman : 13)
seharusnya tak ada alasan bagi kita untuk mengeluh.. positif thinking :)

link gambar ini
NEVER GIVE UP!
Catatan intropeksi untuk diri ini,,

Tidak ada komentar: